Buku “Ayo Berdagang”
Buku “Ayo Berdagang” oleh Muhaimin Ikbal berpedoman dengan
Al-Qur’an dan Hadits. Dalam buku ini menjelaskan bahwa berdagang yang baik
merupakan bedagang dengan jujur, sigap maksudnya dengan menyegerakan bangun
pagi untuk mencari rezeki, Jual beli yang dilakukan dengan saling ridha dan
tidak ada paksaan.
Menyempurnakan takaran tidak mengurangi atau melebihkan
takaran, Jual beli yang saling memudahkan. Selain itu dalam berdagang tidak
bersumpah untuk sekedar melariskan perdagangan, juga tidak mempermainkan harga,
tidak menimbun barang yang dibutuhkan masyarakat, tidak menyembunyikan
kelemahan atau cacat barang yang dijualnya
Tidak menipu pembeli dan Tidak mengandung maisir (perjudian). Maka
dengan berdagang sesuai dengan anjuran Rasulullah tidak akan sia-sia.
Hal itulah
yang sesuai dengan pendapat islam yaitu “Adapun dalam hadis, Rasulullah s.a.w.
menyerukan supaya kita berdagang. Anjuran ini garis-garis ketentuannya
diperkuat dengan sabda, perbuatan dan taqrirnya.
Dalam beberapa perkataannya yang sangat bijaksana itu kita
dapat mendengarkan sebagai berikut:
"Pedagang yang beramanat dan dapat dipercaya, akan
bersama orang-orang yang mati syahid nanti di hari kiamat." (Riwayat Ibnu Majah
dan al-Hakim)
"Pedagang yang dapat dipercaya dan beramanat, akan
bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercaya dan orang-orang yang mati
syahid." (Riwayat al-Hakim dan Tarmizi dengan sanad hasan)
Kita tidak heran kalau Rasulullah menyejajarkan kedudukan
pedagang yang dapat dipercaya dengan kedudukan seorang mujahid dan orang-orang
yang mati syahid di jalan Allah, sebab sebagaimana kita ketahui dalam
percaturan hidup, bahwa apa yang disebut jihad bukan hanya terbatas dalam medan
perang semata-mata tetapi meliputi lapangan ekonomi juga.”